Pemerintahan Prabowo Akan Bentuk Badan Khusus Makan Siang Gratis

Sejak berakhirnya Pemilihan Presiden (Pilpres) yang dimenangkan oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, baik publik dan media terus ramai membahas program makan siang gratis atau sekarang menjadi makan siang bergizi yang menjadi program unggulan pemerintahan berikutnya tersebut. Belakangan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengungkapkan pengalokasian anggaran sebesar Rp71 triliun untuk mendukung program makan siang gratis. 

 

Namun, dilansir dari Bisnis (05/07), hingga kini belum ada kejelasan mengenai penempatan anggaran tersebut. Terkait hal ini, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyatakan bahwa pihaknya masih belum mengetahui apakah anggaran ini akan dimasukkan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) atau dikelola oleh kementerian terkait.

 

Mekanisme Penyaluran Anggaran

 

Said Abdullah menjelaskan bahwa terdapat beberapa opsi untuk menyalurkan anggaran makan siang gratis ini, yaitu melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, atau mungkin melalui badan khusus yang akan mengelola keseluruhan program. Hal ini penting karena program ini bukan hanya tentang memberikan nasi, tetapi juga makanan bergizi lainnya seperti telur dan ayam.

 

Sumber Pendanaan

 

Said menegaskan bahwa anggaran untuk program makan siang gratis ini tidak akan berasal dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN), melainkan dari anggaran belanja pusat. Saat ini, belum ada perincian lengkap mengenai belanja untuk makan bergizi gratis ini. Belanja tersebut telah diperhitungkan dalam target defisit pemerintah yang berada di rentang 2,29% hingga 2,82% dari PDB untuk tahun depan. Said optimis bahwa meskipun ada program makan bergizi gratis, defisit tidak akan melebihi 2,5% dari PDB.

 

Baca juga: Pemerintah Alokasikan Anggaran Rp71 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis

 

Tim Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran

 

Dalam rangka memastikan program akan berjalan mulus, pemerintah era Jokowi berupaya melakukan komunikasi dengan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dipimpin oleh wakil ketua DPR, Sufmi Dasco. Tim ini bertugas menyusun secara detail program makan bergizi gratis. Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas, Thomas Djiwandono, menegaskan bahwa mereka sangat mengikuti siklus APBN dan berkomitmen menjaga defisit sesuai dengan UU Keuangan Negara, yang maksimal sebesar 3% dari PDB. Thomas juga menilai bahwa alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun untuk program makan bergizi pada 2025 sudah sangat baik dan akan dilaksanakan secara bertahap. Tim bentukan Prabowo tersebut menargetkan penyaluran makan bergizi gratis dapat mencapai 100% dengan jangka waktu secepat mungkin, sembari tetap mempertahankan postur fiskal yang sehat.

 

Kompleksitas Program Makan Siang Gratis

 

Program pemberian makan bergizi gratis ini memiliki kompleksitas tersendiri karena melibatkan berbagai jenis makanan bergizi yang harus disediakan. Penyediaan makanan yang bervariasi seperti nasi, telur, dan ayam memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai pihak yang terlibat. Selain itu, pendataan juga menjadi aspek penting dalam memastikan bahwa setiap cabang penerima bantuan mendapatkan alokasi yang tepat.

 

Komitmen Terhadap Defisit Anggaran

 

Thomas Djiwandono menjelaskan bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto berkomitmen untuk menjaga defisit anggaran sesuai dengan target yang telah disepakati oleh pemerintah dan DPR. Angka Rp71 triliun yang dialokasikan untuk program makan bergizi gratis dianggap realistis dan akan dilaksanakan dengan cermat untuk memastikan keberhasilan program tanpa membebani anggaran negara.

 

Rencana Implementasi dan Tantangan

 

Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran akan merinci rencana implementasi program makan bergizi gratis ini. Mereka akan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sejalan dengan prinsip-prinsip fiskal yang baik. Meskipun ada tantangan dalam pelaksanaan program ini, seperti koordinasi antar kementerian dan pendataan yang akurat, komitmen dari pemerintah dan tim sinkronisasi diharapkan dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

 

Jika dilihat dari sisi anggaran, yakni sebesar Rp71 triliun, tentunya program makan siang gratis yang diusung oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming merupakan sebuah langkah besar. Meskipun ada berbagai tantangan dalam pelaksanaannya, komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran dan prinsip fiskal yang sehat memberikan harapan bahwa program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.

 

Baca juga Berita dan Artikel Pajakku lainnya di Google News