Bisnis startup dalam beberapa tahun kebelakang menjadi sebuah tren global yang banyak diperbincangkan. Di Indonesia sendiri, bisnis-bisnis startup ini semakin menjamur dengan inovasi-inovasi yang dibawa pemuda-pemudi negeri yang terus menginterupsi dunia digital.
Di negara tetangga, Thailand, bisnis startup juga mulai didorong dan dipacu perkembangannya. Salah satu inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah Thailand adalah wacana pemberian insentif pajak.
Pemberian insentif ini bertujuan supaya startup lebih bisa berkontribusi dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan di negara tersebut dan tentu saja solusi untuk masalah yang berkaitan dengan teknologi.
Rencana pemberian insentif ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Thailand, Arkhom Termpittayapaisith dan sejauh ini rencana tersebut telah ditangani oleh otoritas pajak Thailand atau The Revenue Department of Thailand.
“Insentif pajak yang ditawarkan dapat berupa pengurangan atau pembebasan pajak penghasilan. Nantinya, insentif tersebut akan diberikan kepada perusahaan modal ventura asing yang berinvestasi di startup Thailand,” ucapnya.
Awal tahun ini, pemerintah memberlakukan berbagai insentif pajak, termasuk e-service tax (layanan pajak elektronik) yang ditujukan untuk mendorong bisnis lokal dan memastikan perlakuan yang adil dalam sistem perpajakan.
Dalam kebijakan e-service tax, pemerintah mewajibkan pungutan PPN untuk penyedia layanan elektronik asing dan platform elektronik yang menghasilkan lebih dari 1,8 juta baht per tahun dari penerimaan jasa untuk layanan elektronik yang diterima di Thailand, sehingga bagi mereka yang memenuhi kriteria harus mendaftarkan dirinya sebagai pemungut PPN, melaporkan PPN, dan membayar PPN.
Sampai saat ini, ada lebih dari 100 penyedia layanan elektronik terdaftar di Thailand yang membayar PPN. Kebijakan ini memungkinkan pemerintah Thailand untuk memungut PPN dari lebih dari 60 negara layanan elektronik yang beroperasi di negara tersebut.
Bangkok Post melaporkan bahwa pendapatan pajak tahun ini tidak mencapai target mereka. Penerimaan pajak untuk tahun 2021, yang berakhir pada September, hanya 2,7 triliun baht. Jumlah itu masih kurang 700 miliar baht dari target.
Selain itu, penerimaan pajak tahun ini lebih rendah 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.







