Desa wisata adalah konsep pengembangan pariwisata yang menekankan pada potensi dan keunikan desa sebagai destinasi wisata yang menarik. Desa wisata berfokus pada upaya untuk mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata yang dimiliki oleh suatu desa dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, budaya, dan lingkungan alamnya. Konsep ini bertujuan untuk memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi penduduk desa serta mengajak wisatawan untuk mengalami kehidupan dan budaya lokal secara autentik.
Salah satu karakteristik utama dari desa wisata adalah keberlanjutan, yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Desa wisata didesain untuk mengintegrasikan kegiatan wisata dengan kehidupan sehari-hari penduduk setempat tanpa mengganggu keberlangsungan lingkungan dan budaya mereka. Dalam konteks ekonomi, desa wisata memberikan peluang pendapatan tambahan bagi penduduk desa melalui berbagai jenis usaha seperti homestay, restoran, kerajinan tangan, pertanian organik, dan layanan wisata lainnya.
Pemerintah melalui Kemenerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong beberapa desar di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi desa wisata dan kreatif. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno yang berkunjung ke kantor Kemenkominfo.
Baca juga: Groundbreaking Ke-6 IKN Fokus di Sektor Pendidikan
Menteri yang lebih akrab disapa Sandi tersebut menilai desa-desa di sekitar kawasan IKN dapat dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Menurut Sandi, pembangunan IKN yang sudah sejalan dengan konsep sustainable tourism and seamless traveling sangat cocok dengan tren ekowisata, karena ada konsep quality dan sustainability.
Sandi yakin sektor pariwisata di IKN memiliki prospek yang cerah untuk terus berkembang karena ikut ditopang oleh daerah-daerah lain di sekitar yang telah mapan seperti Balikpapan, Samarinda, dan beberapa wilayah lainnya di Kalimantan Timur. Sektor pariwisata sendiri menurut catatan Sandi di 2023 menyumbang Rp9,14 triliun dari total Rp524,16 triliun produk domestik regional bruto (PDRB) Kalimantan Timur. Sementara sektor ekonomi kreatif berkontribusi sebesar Rp29,43 triliun.
Sandi mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya serius untuk menjadikan kawasan sekitar IKN menjadi kawasan ekowisata. Salah satunya menggerakkan program gerakan sadar wisata yang meliputi pelatihan hospitality. Sandi mengakui pihaknya akan membuat kegiatan bertajuk ‘Netas’ atau Nemuin Komunitas yang akan menjadi ajang diskusi sekaligus ajakan bagi para komunitas pariwisata kreatif untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan dan pembangunan pariwisata di IKN.
Baca juga: Amerika Serikat Hibahkan Rp31,2 Miliar Untuk Pembangunan IKN
Lima destinasi wisata prioritas yang akan dijadikan kawasan ekowisata yaitu Desa Wisata Mentawir, Desa Budaya Pampang, Kebun Raya Balikpapan, Bukit Bangkirai, dan Pantai Tanah Merah. Sandi terus berupaya untukmeningkatkan indeks pembangunan kepariwisataan nasional setelah tahun 2022 provinsi Kalimantan Timur di posisi 10 dari seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut Sandi, pemerintah saat ini juga menargetkan untuk menarik wisatwan asing ke Indonesia melalui berbagai event internasional. Salah satunya adalah World Working Day yang menjadi kegiatan tahunan The Association for International Sports for All (TAFISA) yang rencananya akan digelar pada 6 Oktober 2024 dan diikuti lebih dari 10 ribu orang di IKN. Upaya ini menurut Sandi menjadi salah satu cara untuk menjadikan IKN top five economy in the world.









