Mantan Pembalap MotoGP Diduga Terjerat Kasus Penggelapan Pajak

Mantan pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo  diduga melakukan penggelapan pajak dengan mengalihkan aset yang dimilikinya ke Andorra, Monaco, dan Swiss. 

Menurut kabar yang dikutip dari finance.detik.com pada Jumat (18/12/2020) bahwa Lorenzo tercatat dalam dokumen bernama Red Charisma. Kabar tersebut dikatakan oleh media digital ‘El Confidencial’. Dokumen tersebut mencatat nama-nama pelaku penggelapan pajak.

Pada tahun 2019 Jorge Lorenzo memutuskan untuk pensiun dari Kejuaraan Dunia MotoGP. Ia mundur dari kejuaraan tersebut dikarenakan risiko cedera permanen pada punggungnya. Menurut Celebrity Net Worth, total kekayaan yang dimiliki Jorge Lorenzo sebanyak US$ 20.000.000 atau setara dengan nilai Rp 281 miliar.

Semetara itu, berdasarkan hasil investigasi aset yang digelapkanan Jorge Lorenzo pada 31 Juli 2013 mencapai jumlah senilai 856.966,5 euro. Nilai tersebut setara dengan US$ 1,04 juta. Apabila dirupiahkan maka jumlah kekayaan mantan pembalap MotoGP tersebut senilai Rp 14,5 miliar.

Pada kabar sebelumnya, Jorge Lorenzo pernah ditimpa kasus pajak. Ia ketahuan melakukan penghindaran pajak. Hasilnya, ia diwajibkan untuk membayar denda pajak yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Spanyol.

Sebenarnya, Lorenzo masih tercatat sebagai Wajib Pajak di London. Ia mulai menetap di London atau Inggris pada tahun 2012. Kemudian, ia pindah ke Andorra. Setelah itu, ia pindah dan menetap di Lugano, Swiss.

Pada kondisi tersebut, Jorge Lorenzo menyampaikan klasifikasinya terkait dugaan tindakan penggelapan pajak. Mantan pembalap MotoGP tersebut menyampaikan klasifikasinya melalui akun Twitter pribadinya.

Terkait informasi yang diterbitkan oleh ‘El Confidencial’ bahwa Jorge Lorenzo belum atau tidak mengetahui meminta jasa Alejandro Perez Calzada yang diduga bertanggung jawab atas plot Charisma. Ia menjelaskan bahwa tautan ke jaringan pencucian uang serta penggelapan uang yang dilaporkan tidak lain merupakan berita palsu.

Selanjutnya, Jorge Lorenzo menegaskan bahwa pada tahun 2013, ia sudah tinggal dan membayar pajak di Swiss. Pemerintah Swiss sudah mempertahankan statusnya sebagai Wajib Pajak yang taat dan mengetahui komposisi dan lokasi aset yang dimilikinya. Dengan demikian, data keuangan yang dimilikinya transparan dan jelas.

Kemudian, terkait Badan Pajak Spanyol, ditegaskan kembali bahwa ia mengklaim dirinya sudah melunasi atau membayar semua pajak yang dimilikinya. Walaupun demikian, pengacara Jorge Lorenzo tidak puas dengan interpretasi Badan Pajak Spanyol lalu memberikan tuntutan dana yang perlu dilunasi.

Ternyata, keadaan tersebut bukan kali pertama Jorge Lorenzo menjadi target otoritas pajak Spanyol. Pada tahun 2019, dikatakan bahwa pengemplangan pajak yang dilakukan Jorge Lorenzo sejak tahun 2013 sampai dengan 2016.  Adapun nilai yang didapatkan mantan pembalap MotoGP tersebut mencapai  40 juta euro. Apabila dirupiahkan maka jumlah tersebut mencapai Rp 684 miliar dengan kurs saat ini.