Kabar Gembira, Performa Digitalisasi Tingkatkan Penerimaan Pajak dan Ekspor Hingga Cetak Rekor

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan atau Menko Luhut mensyukuri kinerja digitalisasi memberikan dampak positif bagi penerimaan negara. Ini tergambarkan lewat angka penerimaan pajak dan ekspor tahun lalu yang sukses melewati target. Khusus penerimaan pajak, angka ini mencapai 2021 dan berhasil mencapai Rp 1.277,5 triliun atau sebesar 103,9% dari target APBN 2021 yang sebesar Rp 1.229,6 triliun. Luhut juga meyakini pencapaian ini akan meningkat lebih besar di tahun ini.

Ia meyakini tahun ini akan lebih meningkat, karena sistem yang dijalankan di bawah pimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati semakin membaik dan berani bertindak untuk memperbaiki segalanya. Tidak hanya pajak, ia juga memuji kinerja ekspor tahun lalu yang sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia di sepanjang 2021 sukses melewati nominal USD 231,54 miliar.

Luhut memprediksi hal ini akan bertambah kembali di tahun ini, karena dari data-data yang dikumpulkan oleh tim, data angka tersebut dapat tumbuh lebih besar lagi di tahun ini. Luhut meyakini target penerimaan pajak akan terlampaui, karena terdapat inovasi dari pemerintah seperti penerapan Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian Lembaga (K/L) yang disebut juga Simbara.

Dalam acara Kick-Off Digital Economy Working Group G20, Luhut menyebutkan, keberadaan Simbara dapat menekan selisih angka terkait data mineral di antaranya batubara, ore, nikel, dan lain-lain di Kementerian ESDM hingga Kementerian Keuangan. Dengan semakin kecilnya selisih perbedaan tersebut, tentu akan menekan pula potensi kerugian negara. Ketika hal tersebut terjadi, penerimaan pajak dapat lebih tinggi dari target tahun ini. Simbara akan meniadakan penyalahgunaan dari data-data atau angka yang berbeda. Hal ini dapat meningkatkan ekonomi dan penerimaan negara ke arah yang lebih baik.

Luhut juga menyebutkan ucapan terima kasihnya kepada Direktorat Jenderal Pajak, karena telah memberikan kemudahan dalam pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan menggunakan e-filling. Ia mengatakan, pajak adalah sumber pendapatan terbesar bagi APBN Indonesia. Dengan adanya pajak, pandemi Covid-19 semakin mudah untuk dilalui, karena adanya insentif pajak, distribusi vaksin, hingga program pemulihan ekonomi.

Dirinya juga berharap atas peningkatan prestasi perpajakan untuk kian meningkatkan penerimaan negara. Selain itu, sistem perpajakan telah beralih ke digitalisasi hingga memudahkan dan mendorong kesadaran masyarakat untuk patuh dan tertib dalam membayar pajak. Ia menilai rakyat Indonesia akan menjadi lebih tertib ketika seluruhnya dirubah ke arah digitalized.

Lebih lanjut, ia membicarakan e-katalog yang bersinggungan dengan keuangan. Dimana diungkapkan Presiden akan launching di tahun ini dan menjadi bagian dari program Kemenkeu Rp 400 triliun yang dibelanjakan semua dalam negeri. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statisik, (BPS). Anggaran akan dibelanjakan dengan benar untuk menciptakan UKM-UKM baru dan dapat menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 1,71% dari proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.