Irlandia adalah negara dengan sistem pajak PAYE (Pay As You Earn). Sehingga dapat diartikan setiap seseorang digaji, pemberi gaji sudah memotong pajak pendapatan tersebut. Untuk pajak Pendapatan, akan ditagihkan menggunakan beberapa persen dari pendapatan seseorang, terdapat 2 macam rasio pajak. Yaitu, sebesar 20% untuk rasio standar dan sebesar 40% untuk rasio tinggi. Sekarang ini di Irlandia, dikarenakan perubahan sistem pajak dari OECD (Organization for Economic Co-operation and Development), mengalami kerugian sebesar 2 milyar euro. Selain itu, salah satu Bank terbesar di Irlandia tidak membayar pajak. Dimulai dari tahun 2022, dengan implementasi pajak yang baru di bawah peraturan OECD, akan ada penurunan tambahan dalam pernerimaan pajak perusahaan sebesar sekitar 500 juta euro pertahunnya.
Dengan beberapa ketidakpastian, hal tersebut adalah proyeksi terbaik dari tim departemen, berdasarkan pekerjaan yang sedang dilakukan oleh Komisaris Pendapatan. Secara keseluruhan resiko diperkiraan akan mencapai angka 800 juta euro sampai 2 milyar euro. Dengan kemungkinan terburuk sebesar 2 milyar euro, kerugian tersebut dapat menghilangkan seperlima permasukan dari pajak perusahaan berdasarkan data tahun kemarin. Projek BEPS (Base Erosion and Profit Shifting) yang sudah dan masih terus dikembangkan dari tahun 2013, memproyeksikan perubahan terhadap aturan internasional tentang bentuk usaha tetap, Perpajakan lintas batas, transfer harga, tarif pajak minimum dan anti-avoidance, digunakan untuk mencegah perusahaan besar multinasional bergeser pendapatan dari pelanggan di negara-negara maju menjadi yuridiksi tanpa pajak atau yuridiksi pajak rendah. Selain itu, Bank terbesar Irlandia yang menghasilkan 758 juta euro di tahun kemarin tidak membayar sepeserpun pajak perusahaan. Namun, Bank Irlandia menemukan celah untuk membuat keuntungan di masa mendatang untuk menutup kerugian yang terjadi. Yaitu dikarenakan pemberi pinjaman tidak perlu membayar pajak untuk setidaknya sekitar 10 tahun dengan kerugian yang sebelumnya di tutupi oleh para Wajib Pajak di Irlandia.
Pengungkapan hal tersebut dapat membuat marah para pekerja yang setiapnya diperlukan untuk membayar pajak pemasukan dalam setahun dan setiap bank yang akan membayar pajak perusahaan selama 1 dekade. Sebuah partai politik bernama Sinn Fein mengatakan bahwa semua ini adalah bagian dari pemerintahan yang baru, mereka akan menghentikan praktis yang sedang mereka jalankan dikarenakan hal tersebut memerlukan biaya jutaan euro. Juru keuangan dari partai tersebut, Pearse Doherty mengatakan bahwa “Bank yang membuat keuntungan milyaran euro harus segera mulai membayar pajak.” Bank Irlandia dan bank lainnya dapat menggunakan sejarah kerugian untuk mengimbangi keuntungan yang didapat sekarang menggunakan apa yang dikenal dengan Deffered Tax Assets
Skema ini digunakan untuk menolong perusahaan untuk pulih, namun tiada satupun perusahaan yang sanggup bertahan dengan kerugian sebesar yang di hadapi oleh Bank dan masih tetap bertahan. Dapat dipahami dikarenakan celah tersebut TSB (Trustee Savings Bank) permanen tidak akan membayar pajak perusahaan sampai 2038 dan Bank Irlandia dan Bank lainnya yang berkerja sama dengan Bank Irlandia bebas dari pajak perusahaan sampai 2037.
Terlepas dari semua itu, pajak untuk kantong plastik di Irlandia telah memberikan lebih dari 2 juta euro untuk Irlandia Utara. 5 pence di pungut untuk setiap kantong plastik dan telah mengumpulkan 2,2 juta euro untuk pendanaan lingkungan hidup sekitar, pemungutan pajak dari kantong plastik ini dimulai dari tahun 2013. Dan hal ini dapat membantu memelihara lingkungan hidup untuk kupu kupu, burung, dan kelelawar, dan membantu lebah dan penyerbuk lainnya. Menteri lingkungan hidup Edwin Poots mengatakan bahwa “solusi simpel dan inovatif” dapat memberikan keuntungan yang besar. Ketika pemungutan biaya untuk kantong plastik deperkenalkan, 300 juta kantong plastik sekali pakai dikeluarkan. Hal tersebut memotong dua pertiga jumlah plastik selama lima tahun dengan 98 juta kantong plastik di keluarkan pada tahun 2017









