Insentif Pajak Denmark Ditambah, Hutang Jadi Naik

Pemerintah Denmark telah menambahkan insentif pajak demi kebutuhan masyarajat Denmark. Namun pada sisi lain, Denmark mengalami peningkatan pada hutang tahun ini.

Secara resmi pemerintah Denmark menambahkan kepentingan dalam pembuayaan hutang pada tahun 2020 ini yang angkanya mencapai 248 miliar kroner Denmark atau setara dengan 39,6 miliar Dollar US.

Sejak pemerintah memustuskan untuk memperpanjang insentif pajak dan stiulus ekonomi, penigkatan hutang pemerintah pun kian meningkat. Otoritas pajak memperpanjanh periode pembayaran pajak penghasilan atau PPh orang probadi dan pajak pertambahan nilai atau PPN.

Kabar lebih lanjut, pemerintah akan memberikan tunjangan liburan demi mendukung konsumsi domestik. Langkah yang diambil pemerintah tersebut tentunya mengejutkan banyak pihak. Sebab, ekonomi mulai terlihat adanya kenaikan dan tercatat adanya jumlah penerima insentif yang berkurang.

 Jan Storup Nielsen dari analisis ekonomi Nordea Markets berpendapat bahwa pemerintah tidak menyelenggarakan kalkulasi kebutuhan pembiayaan secara akurat. Sebab, realisasi pemanfaatan insentif mulai dari pelaku usaha sampai pekerja telah mengalami penurunan yang terjadi sejak Agustus 2020 lalu.

Salah satu insentif yang turun pada jumlah guna penerimaanya adalah subsidi pada penghasian atau gaji pegawai. Jumlah karyawan yang menggunakan skema kompensasi upah darurat yang diberikan pemerintah mencapai 250.000 karyawan pada bulan April 2020 lalu.

Pada bulan Agustus 2020, jumlah karyawan yang memakai skema upah tersebut berkurang menjadi 14.000 karyawan. Penyusutan pada upah ini terjadi berdasarkan dana kementrian urusan bisnis. Dikatakan oleh Jan bahwa negara pertama di Eropa yang mampu menutup kegiatan ekonomi untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 adalah Denmark.

Selama masa penutupan ekonomi, pemerintah tekah melakukan penyuluhan program bantuan kepada dunia usaha yang menerima dampak pandemi COVID-19 dengan nilai sebanyak 500 miliar kroner Denmark.

Selanjutnya, pemerintah Denmark berniat untuk merencanakan perperpanjang kebijakan insentif fiskal pada tahun 2021. Demi mencapai rencana tersebut pemerintah menyisihkan pagu anggaran sebanyak 9,2 miliar crowns. Kegiatan tersebut menghasilkan tingkat defisit anggaran yang diproyeksikan sebesar 0,5 persen dari produk domestik bruto atau PDB tahun 2021.

Jan berpendapat bahwa pemerintah Denmark kelihatannya tidak memperhitungkan seluruh rencana tekah berjalan lebih baik dari yang diperkirakan pada awal pandemi terjadi.