Akhir – akhir ini banyak sekaliisu-isu aktivitas yang memberikan dampaknegatif terhadap lingkungan. Masalah lingkungan bukan lagi isu masa depan, tetapi realita hari ini. Di tengah upaya menjaga keberlanjutan, muncul satu pertanyaan penting: bagaimana pemerintah bisa berperan lebih dalam mendorong perilaku ramah lingkungan? Jawabannya bisa jadi melalui Green Tax.
Apa Itu Green Tax ?
Green tax atau dikenal sebagai pajak lingkungan atau adalah kebijakan pajak fiskal yang diterapkan pada kegiatan masyarakat yang memberi dampak negatif pada lingkungan. Tujuan dari green tax adalah menambah penghasilan negara sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas ekonomimaupun industri. Greentax dirancang untuk memperhitungkan biaya lingkungan yang belum termasuk dalam harga pasar dari barang ataupun layanan. Dengan membebankan pajak tambahan pada aktivitas yang merusak lingkungan, produsen dan konsumen dapat lebih mempertimbangkan dampak lingkungan dari keputusan yang akan diambil.
Bagaimana Green Tax di Indonesia?
Di Indonesia sendiripajak lingkungan sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Beberapa bentuk pungutan yang berkaitan dengandampak aktivitas terhadaplingkungan sudah diterapkan, seperti pajak air tanah, pajak kendaraan bermotor berbasis emisi, serta retribusi pengelolaan limbah di beberapa daerah. Namun, penerapannya masih terbatas dan belum bersifat nasional. Banyak kebijakan yang dijalankan secara sektoraloleh pemerintah daerahtanpa koordinasi yang terintegrasi. Padahal potensi penerimaan dan pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat maupun pelaku usaha cukup besar.
Apakah Green Tax Berpengaruh untuk Masa Depan Hijau?
Apabila diimplementasikam dengan baik, green tax dapat membantu Indonesia untuk mewujudkan masa depan hijau dengan mengurangi kerusakan lingkungan. Green tax mampu untuk mempengaruhi perilaku konsumen, apabila meningkatkan biaya layanan yang berpengaruh negatif terhadap lingkungan, otomatis konsumen akan beralih pada hal yang lebih ramah lingkungan.
Beberapa negara juga telah menerapkan green tax dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Sebagai contohnya pajak tempat pembuangan sampah di Inggris telah mendorong pengurangan limbah dan peningkatan tingkat daur ulang.
Tantangan Green Tax
Meskipun memiliki potensi besar, implementasi green tax di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kendala utama adalah rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat serta pelaku usaha mengenaipentingnya pajak ini sebagai upaya perlindungan lingkungan. Selain itu, belum adanya sistem pemantauan dan pengukuran dampak lingkungan yang memadai menyulitkan dalam menentukan objek pajak dan besaran tarif yang adil. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah harus benar-benar memperhatikan segala aspek dalam merancang konsep green tax. Keberhasilan green tax bergantung pada integrasinya dalam kerangka kebijakan yang lebih luas yang mencakup langkah- langkah regulasi, subsidi untuk teknologi hijau, dan kampanye kesadaran publik.
Penulis:
Yoni Paristi
Mahasiswa Akuntansi Perpajakan Universitas Padjadjaran
Disclaimer:
Artikel ini merupakan hasil karya dan pendapat pribadi penulis. Isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.









