Apa yang Dimaksud Rekonsiliasi Fiskal?
Rekonsiliasi fiskal adalah suatu cara untuk mencocokkan perbedaan yang terdapat dalam laporan keuangan komersial yang disusun berdasarkan sistem keuangan akuntansi dengan laporan keuangan yang disusun berdasarkan sistem fiskal.
Laporan keuangan komersial berfungsi untuk menilai keadaan finansial di sektor swasta dan kinerja ekonomi pada umumnya. Sementara itu, laporan keuangan fiskal berfungsi dalam menghitung pajak.
Apa Tujuan Dilakukannya Rekonsiliasi Fiskal?
Berikut ini tujuan dilakukannya rekonsiliasi fiskal:
- Sebagai alat untuk memenuhi rancangan laporan keuangan. Agar rancangan laporan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka perusahaan harus melakukan rekonsiliasi fiskal untuk dapat memastikan tidak adanya ketidaksesuaian pada laporan yang dibuat.
- Untuk mengurangi kesalahan perhitungan pajak. Kesalahan dalam perhitungan pajak bisa merugikan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus teliti dalam rekonsiliasi fiskal dengan informasi transaksi serta penghasilan yang sesuai.
Apa Saja Jenis Rekonsiliasi Fiskal?
Terdapat 2 (dua) jenis rekonsiliasi fiskal berdasarkan perbedaannya secara komersial dan fiskal, yaitu:
-
Beda Tetap
Rekonsiliasi fiskal beda tetap adalah jenis rekonsiliasi fiskal yang terjadi, karena adanya transaksi yang telah diakui oleh Wajib Pajak sebagai penghasilan atau biaya sesuai standar akuntansi keuangan. Rekonsiliasi jenis ini merupakan perbedaan antara laba kena pajak dengan laba akuntansi sebelum kena pajak yang muncul karena transaksi akan terhapus otomatis di periode lain menurut UU perpajakan.
-
Beda Waktu
Rekonsiliasi fiskal beda waktu adalah jenis rekonsiliasi fiskal yang terjadi, karena adanya perbedaan waktu dari sistem akuntansi dengan sistem perpajakan. Jadi dalam hal ini, transaksi menurut akuntansi komersial dan pajak sama, yang membedakan hanya waktu alokasi biaya.
Apa Itu Koreksi Negatif Pada Rekonsiliasi Fiskal?
Tujuan koreksi fiskal negatif adalah untuk mengurangi laba komersial atau laba Penghasilan Kena Pajak. Hal ini disebabkan, oleh pendapatan komersial lebih tinggi dibanding pendapatan fiskal, dan biaya-biaya komersial lebih kecil dibanding biaya-biaya fiskal. Koreksi negatif biasanya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
- Adanya penyusutan/amortisasi selisih komersial di bawah penyusutan/amortisasi fiskal
- Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, namun termasuk dalam peredaran usaha
- Penyusutan fiskal negatif lain.
Apa Itu Koreksi Negatif Pada Rekonsiliasi Fiskal?
Tujuan dari koreksi fiskal positif adalah untuk menambah laba komersial atau laba Penghasilan Kena Pajak. Penyesuaian ini akan menambahkan pendapatan dan mengurangi biaya-biaya yang sekiranya harus diakui secara fiskal. Koreksi positif biasanya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
- Biaya yang dibebankan/dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak
- Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa
- Dana cadangan
- Jumlah melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan
- Pajak Penghasilan (PPh)
- Harta yang dihibahkan
- Gaji yang dibayarkan kepada pemilik
- Sanksi administrasi
- Selisih penyusutan/amortisasi komersial di atas penyusutan/amortisasi fiskal
- Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang dikenakan PPh Final
- Penyesuaian fiskal positif lain.
Bagaimana Tahapan Dalam Rekonsiliasi Fiskal?
Langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk melakukan rekonsiliasi fiskal adalah sebagai berikut:
- Mengenal terlebih dahulu penyesuaian fiskal yang diperlukan atau dibutuhkan
- Melakukan analisis terhadap elemen penyesuaian untuk menentukan pengaruhnya terhadap laba usaha kena pajak
- Melakukan rekonsiliasi fiskal atau koreksi fiskal dengan memantau angka koreksi fiskal negatif dan positif
- Menyusun laporan keuangan secara fiskal sebagai lampiran SPT tahunan pajak penghasilan.









