Supply chain management merupakan serangkaian kegiatan yang diperlukan untuk merencanakan, mengendalikan, dan menjalankan arus produk, termasuk proses perolehan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk ke konsumen akhir (end user), dengan cara yang paling efisien dan hemat biaya.
SCM banyak dimanfaatkan baik di perusahaan konvensional maupun e-commerce. Meskipun rantai pasokan antara kedua industri ini bisa mengalami perbedaan, namun secara garis besar unsur-unsur didalamnya meliputi pengadaan barang, pengiriman barang, proses produksi atau distribusi, dan proses ke konsumen akhir. Perbedaannya hanya terletak di alur rantai pasokannya.
Baca Juga Serba Serbi Supply Chain Management
Meskipun begitu, salah satu aspek yang termasuk ke dalam supply chain dan sering terlupakan adalah contract management. Manajemen kontrak ini sering dilupakan oleh perusahaan, padahal manajemen kontrak ini penting dalam rantai pasokan karena mampu mengurangi risiko dengan memastikan untuk membuat kesepakatan yang menguntungkan bisnis. Pengelolaan kontrak yang baik akan meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya perusahaan pula.
Manajemen Kontrak
Contract management atau manajemen kontrak sendiri adalah proses pengelolaan segala hal atau aspek yang berhubungan dengan kesepakatan antar beberapa pihak. Dengan menginvestasikan sumber daya untuk memahami dan mengoptimalkan manajemen kontrak dan negosiasi kontrak dalam manajemen rantai pasokan dapat memastikan bisnis sungguh-sungguh memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Secara garis besar, manajemen kontrak diperlukan untuk mencegah terjadinya perselisihan atau apabila akhirnya terjadi perselisihan, kontrak/dokumen terkait dapat dipakai sebagai alat bukti. Meskipun begitu, terdapat beberapa manfaat lebih dari optimalisasi manajemen kontrak dalam SCM, yaitu:
- Tersedianya kerangka standarisasi dokumen, negosiasi, dan pembaruan kontak dalam SCM
- Meminimalisir pengeluaran bisnis dengan meningkatkan keuntungan
- Memastikan bisnis kedua pihak dapat memenuhi kewajiban dan komitmen yang berlaku
- Mengurangi risiko hukum dan keuangan perusahan dengan penyederhanaan proses pembuatan kontrak/perjanjian
- Menjaga hubungan dengan mitra atau perusahaan lain dengan menjaga komitmen
- Mempercepat tugas-tugas penting dan mengurangi kebutuhan akan tugas-tugas berulang
- Memudahkan dalam menganalisis data dan membuat laporan yang lebih akurat
Pentingnya Meterai dalam Manajemen Kontrak
Salah satu aspek penting dalam manajemen kontrak adalah keabsahan dokumen. Keabsahan ini dapat dibentuk melalui pembubuhan meterai dalam dokumen kontrak ataupun perjanjian. Hal ini dikarenakan, meterai memiliki fungsi utama sebagai penunjang suatu dokumen agar dapat digunakan di pengadilan sebagai alat bukti.
Transformasi bisnis yang mengarah digitalisasi, tidak jarang kemudian kita temukan pembuatan perjanjian ataupun kontrak secara online. Untuk menyamakan kedudukan dokumen konvensional dan dokumen elektronik di depan hukum, maka perusahaan dapat membubuhkan e-Meterai ataupun meterai dalam dokumen elektronik.
Karena itu, tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk menyediakan secara berkala e-Meterai sebagai bagian dari strategi supply chain management (manajemen rantai pasokan) perusahaan. Terlebih ketika, e-Meterai akan semakin mendorong efektivitas bisnis karena bisa mengeliminasi proses print-scan dokumen.
Apabila perusahaan anda membutuhkan e-Meterai baik secara eceran (retail) maupun dalam jumlah besar, maka anda dapat menggunakan e-Meterai dari Pajakku. Pajakku sendiri telah ditunjuk sebagai distributor resmi e-Meterai yang menjadikan kami bagian dari environment resmi e-Meterai bersama dengan Peruri dan DJP. Silahkan hubungi tim kami melalui partnership@pajakku.com untuk informasi lebih lanjut.







