DJP IT Summit 2021: Bukti Kemajuan Teknologi Direktorat Jenderal Pajak

Direktorat Jenderal Pajak kembali hadirkan kegiatan progresif dan inovatif, kali ini bernama DJP IT Summit 2021 yang diselenggarakan secara virtual pada 18-31 Agustus 2021.

DJP IT Summit merupakan rangkaian dari 3 kegiatan utama, yaitu Virtual Expo, Symposium, dan Hackathon.

Virtual Expo merupakan pameran dengan teknologi virtual reality yang diisi dengan booth dari 26 badan pemilik teknologi atau pengimplementasi teknologi. Tema yang diangkat adalah “Peran TIK di Era Pandemi Covid-19”. Pajakku turut hadir pada exhibition tersebut dengan judul Pajakku: One Stop Solution in TAXnologies. Untuk mengunjungi booth Pajakku, silahkan jelajahi exhibition DJP IT Summit di www.djpitsummit2021.com.

Selain Virtual Expo, terdapat Symposium yang merupakan kegiatan pemaparan usecase atau journey yang telah diimplementasikan dengan tema “Journey for Artificial Intelligence and Data Analytics,” serta Hackathon yaitu lomba pengembangan artificial intelligence yang dapat membantu mengoptimalisasi penerimaan pajak.

Pada Rabu, 18 Agustus 2021, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani resmi membuka DJP IT Summit 2021 secara virtual. Pada sambutan pembuka, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini ditujukan untuk menyemarakkan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-76 melalui kegiatan knowledge- dan insight-sharing seputar perpajakan dan teknologi. Menurut beliau, kegiatan ini menunjukkan bahwa DJP merupakan institusi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sehingga diharapkan dapat memaksimalisasi pengumpulan pajak untuk kebaikan Indonesia.

Pada acara pembukaan, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan tersebut yang mencerminkan perjalanan digitalisasi perpajakan oleh DJP, serta visi modernisasi kedepannya. Penghargaan beliau sampaikan atas pelaksanaan DJP IT Summit yang mengumpulkan pakar-pakar teknologi untuk bertukar pikiran dan menyumbang ide terkait berbagai hal yang saat ini melanda di bidang TIK.

Beliau menyampaikan pentingnya “memahami makna hadirnya teknologi dalam kehidupan kita, dan bagaimana cara mengimplementasinya, dalam hal ini di sistem perpajakan DJP.” Beliau menekankan pentingnya kemampuan adaptasi DJP terhadap kondisi dan rintangan baru, “bagaimana kita design (rancang) dan redesign (merancang ulang) perekonomian kita yang terus berubah karena berbagai faktor – pandemi, digital economy, globalisasi.”

Sri Mulyani berkata, tentunya terdapat beragam persoalan baru yang timbul atas digitalisasi perpajakan, seperti adaptasi masyarakat terhadap kerumitan administrasi digital, serta keamanan data. Beliau menyampaikan harapan untuk DJP agar dapat beradaptasi dalam menggunakan data untuk mempermudah wajib pajak dan memungut pajak dengan lebih adil dan efisien. Di akhir sambutannya, Sri Mulyani berbagi kata mutiaranya, “Jangan pernah Lelah mencintai negeri ini.”