Dampak Insentif PPnBM Terhadap Harga Mobil Bekas

Terhitung sejak tanggal 1 Maret 2021, Pemerintah resmi membebaskan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Harga jual mobil, baik mobil baru maupun bekas dengan rentang usia tertentu diperkirakan akan turun di pasaran.

Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis mobil mendapatkan insentif PPnBM, kriteria mobil – mobil yang mendapatkan memiliki kapasitas sebesar 1.500cc ke bawah dengan penggerak dua roda (4×2) dan memiliki kandungan lokal minimal 70%.

Menurut pendapat CEO OLX Group Indonesia Johnny Widodo, pembeli mobil bekas bisa meminta harga yang lebih rendah untuk pembelian mobil bekas, sementara pihak penjual mobil bekas akan cenderung meminta harga yang lebih tinggi dari permintaan pembeli karena PPnBM sebelumnya sudah dibayar ketika membeli mobil yang dijual tersebut.

Kedepannya, hal ini berpotensi membentuk harga pasar baru untuk mobil bekas. Harga pasar baru yang terbentuk akan bergantung dari jual beli supply dan demand sesuai dengan hukum ekonomi. 

Menurut Direktur Mobil88 Halomoan Fischer, harga mobil bekas akan ikut turun seperti harga mobil baru. Rata – rata harga mobil bekas turun sekitar 10% setiap tahun. Dengan demikian mobil – mobil yang diproduksi sekitar tahun 2019 – 2020 pada saat pemberlakuan PPnBM 0% bisa jadi akan terkoreksi sekitar 20% dari harga pembelian pertama. 

Pemerintah memberikan pemberlakuan intensif pajak dalam tiga tahap. Pertama PPnBM ditiadakan alias 0%, lalu di tahap kedua sekitar Juni sampai dengan Agustus diberikan insentif sebesar 50%. Pada tahap terakhir, September – November diskon PPnBM akan diturunkan sebesar 25%. Intensif PPnBM ini bertujuan untuk mendorong industri otomotif yang akan berlaku untuk mobil (4×2),dan mesin yang diproduksi di dalam negeri di bawah 1500cc.

Oleh sebab itu pembebasan dan diskon PPnBM akan berlaku di pasar otomotif Indonesia Berikut harga daftar mobil bekas setelah PPnBM 0% berlaku.

  • Daihatsu Terios 

Harga pasaran : Rp182 juta – Rp223 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp164 juta – Rp201 juta

  • Daihatsu Xenia

Harga pasaran : Rp142 juta – Rp159 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp128 juta – Rp143 juta

  • Honda Brio RS

Harga pasaran : Rp155 juta – Rp179 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp137 juta – Rp160 juta

  • Honda BR-V

Harga pasaran : Rp182 juta – Rp 227 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp164 juta – Rp 207 juta

  • Honda Jazz

Harga pasaran : Rp179 juta – Rp 270 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp 161 juta – Rp 243 juta

  • Honda Mobilio

Harga pasaran : Rp 140 juta – Rp 198 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp 126 juta – Rp 178 juta

  • Mitsubishi Xpander

Harga pasaran : Rp 178 juta – Rp 265 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp160 juta – Rp 239 juta

  • Mitsubishi Xpander Cross

Harga pasaran : Rp 235 juta – Rp 255 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp 212 juta – Rp 230 juta

  • Suzuki Ertiga

Harga pasaran : Rp 159 juta – Rp 200 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp 143 juta – Rp 180 juta

  • Suzuki XL7

Harga pasaran : Rp 215 juta – 225 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp 194 juta – Rp 203 juta

  • Toyota Avanza

Harga pasaran : Rp 129 juta – Rp 178 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp 116 juta – Rp 160 juta

  • Toyota Rush

Harga pasaran : Rp 205 juta – Rp 245 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp 180 juta – Rp 221 juta

  • Toyota Vios

Harga pasaran : Rp 251 juta – Rp 257 juta

Pemberlakuan insentif PPnBM : Rp 200 juta – Rp 207 juta