Carlos Tevez Tolak Bayar Pajak Kekayaan

 Siapa yang tidak pernah mendengar nama Carlos Tevez? 

Tevez adalah salah satu pemain Argentina paling sukses, lahir di Fuerte Apache yang dikenal sebagai lingkungan miskin di wilayah metropolitan Buenos Aires.

Dia mulai bermain sebagai seorang anak kecil di jajaran bawah Boca Juniors, tetapi kemampuannya membuatnya dilirik ke Brasil dan kemudian ke sepak bola Eropa, di mana dia bermain selama hampir 10 tahun dan berpenghasilan cukup besar. Tevez menorehkan 29 gelar internasional dan nasional bersama tim-tim besar termasuk Corinthians, West Ham United, Manchester United, Manchester City dan Juventus.

Namun sayangnya nama Carlos Tevez baru-baru ini berkonotasi negatif karena permasalahan perpajakan, dimana dirinya enggan untuk membayar pajak kekayaan. Ia menggugat atas kewajibannya untuk membayar pajak kekayaan kepada pengadilan di Argentina, namun gugatan tersebut ditolak lantaran jumlah kekayaannya yang melimpah.

Berdasarkan keputusan pengadilan, mantan pemain sepak bola asal Argentina tersebut tetap harus membayar pajak kekayaan dikarenakan kekayaan yang dimilikinya lebih dari ARS 200 juta atau sejumlah Rp 27,7 miliar. Untuk pengenaan tarif pajaknya bervariasi tergantung pada jumlahnya, mulai dari 2% hingga 3,5% tergantung penyimpanan aset terkait.

Dilansir dari laman berita lokal, kuasa hukum Tevez menyatakan bahwa pajak kekayaan yang diwajibkan oleh Argentina sebagai bentuk perampokan karena nilai pajak kekayaan yang harus dibayar Tevez adalah sebesar 200,4% dari pajak penghasilan yang dibayar pada 2020.

Namun, penarikan pajak ini bukan tanpa sebab. Hasil dari pengumpulan pajak tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan publik, khususnya dalam konteks krisis kesehatan dan ekonomi saat ini yang diakibatkan pandemi virus corona.

Pemerintah Argentina juga merancang undang-undang dengan tujuan mengurangi dampak pandemi virus corona dan diprediksikan penerimaan pajak akan mencapai dirancang sekitar ARS 300 miliar yang akan didistribusikan untuk rencana kesehatan dan produksi.

Menurut pemerintah, sekitar ARS 247 miliar telah dikumpulkan hingga saat ini yang terdiri dari kontribusi wajib oleh lebih dari 10.000 pembayar pajak. Dalam surat kabar lokal, Menteri Ekonomi Argentina, Martín Guzmán sendiri mengatakan pemerintah Argentina telah mengalokasikan total ARS 180 miliar untuk pemulihan pandemi Covid-19 hingga saat ini.

Putusan pengadilan menyatakan bahwa legenda Boca tersebut harus mematuhi aturan yang ditetapkan oleh hukum dan membayar pajak atas semua asetnya baik di dalam negeri dan luar negeri.