Argentina, negara dengan sejarah ekonomi yang penuh liku kembali mengalami krisis yang sangat serius. Sejak beberapa tahun terakhir, ekonomi Argentina telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari hiperinflasi hingga devaluasi mata uang yang drastis. Setelah bertahun-tahun berjuang melawan inflasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan, krisis terbaru ini menunjukkan betapa rapuhnya fondasi ekonomi negara tersebut. Pada akhir 2023, pertumbuhan ekonomi tercatat minus 1,4%, dengan inflasi mencapai 276,4% per Mei 2024. Kondisi ini diperparah oleh tingkat kemiskinan yang melonjak, mencapai hampir 60% pada Februari 2024, naik dari 40% pada tahun sebelumnya. Dalam upaya untuk mengatasi krisis ini, Presiden Argentina, Javier Milei, merencanakan pertemuan dengan Kepala International Monetary Fund (IMF) guna membahas program pendanaan baru.
Paket Reformasi Ekonomi dan Pinjaman dari China
Pada Jumat, 14 Juni 2024, senat Argentina menyetujui paket reformasi ekonomi yang diajukan oleh Milei. Reformasi ini mencakup langkah-langkah drastis untuk menstabilkan ekonomi yang semakin terpuruk. Namun, sidang pembahasan tersebut diwarnai oleh aksi unjuk rasa warga di luar gedung senat. Sehari sebelumnya, Bank Sentral Argentina memperbarui pinjaman senilai US$5 miliar dari China sebagai bagian dari swap line mata uangnya. Langkah ini merupakan upaya penting untuk mendukung cadangan devisa negara yang menipis.
Kondisi Perekonomian Argentina
IMF telah menyetujui program reformasi ekonomi Argentina senilai US$44 miliar. Program ini memungkinkan pencairan pinjaman hingga US$800 juta. Data inflasi terbaru menunjukkan peningkatan pada laju terendah dalam dua tahun terakhir, menandakan sedikit perbaikan di tengah krisis yang dialami.
Namun, sejumlah indikator ekonomi lainnya menunjukkan kondisi yang masih mengkhawatirkan. Pada akhir 2023, pertumbuhan ekonomi Argentina tercatat minus 1,4% dengan inflasi sebesar 276,4% per Mei 2024. Tingkat kemiskinan melonjak mendekati 60% pada Februari 2024, naik dari 40% pada tahun sebelumnya. Suku bunga acuan turun ke 40%, setelah sebelumnya mencapai puncaknya di 133% pada akhir 2023.
Baca juga: Canggih! Ibukota Argentina Manfaatkan Kripto Untuk Infrastruktur dan Bayar Pajak
Devaluasi Peso
Devaluasi Peso lebih dari 50% pada Desember 2023 menyebabkan inflasi lebih tinggi lagi dan memperparah kondisi ekonomi. Harga-harga dalam dolar meningkat, dan masyarakat merasakan dampaknya dengan semakin sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, berita tentang persetujuan paket reformasi disambut positif oleh investor. Obligasi dolar Argentina mengalami kenaikan dan mencatatkan kinerja terbaik di antara obligasi pasar berkembang lainnya. Para pemimpin perusahaan juga memuji kemenangan legislatif tersebut, melihatnya sebagai langkah positif untuk pengembangan industri dan investasi.
Pertemuan di KTT G7 dan Dukungan Parlemen
Pada KTT G7 di Italia, Milei dijadwalkan bertemu dengan Kepala IMF, Kristalina Georgieva, untuk memulai pembicaraan mengenai program baru dengan dana segar dari IMF. Program ini diharapkan dapat menggantikan rencana presiden sebelumnya yang senilai US$43 miliar.
Meskipun partai pengusung Milei hanya memiliki 7 dari total 72 kursi di parlemen, pemerintahannya berhasil mendapatkan persetujuan untuk sebagian besar paket fiskal dan deregulasi undang-undang. Usulan pajak pendapatan dan properti, meski ditolak dalam pemungutan suara per bab, masih bisa diselamatkan dalam pemungutan suara majelis rendah yang diperkirakan berlangsung akhir bulan Juni ini.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Secara keseluruhan, reformasi yang diusulkan Milei bertujuan untuk menarik investasi jutaan dolar ke Argentina, melonggarkan undang-undang ketenagakerjaan yang kaku, dan memungkinkan privatisasi badan usaha milik negara. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengembalikan Argentina ke jalur pemulihan ekonomi.
Marcos Bulgheroni, CEO Pan American Energy Group, menyatakan bahwa undang-undang ini akan membantu pengembangan industri. Jose Luis Manzano, presiden Integra Capital SA, juga menekankan pentingnya RUU reformasi yang memberikan keringanan pajak dan insentif lain untuk investasi asing.
RUU tersebut telah membangkitkan harapan bahkan di antara orang-orang yang belum mengetahui detailnya. Sehari setelah disetujui, lebih banyak orang mulai mencari peluang investasi, menandakan bahwa reformasi ini memiliki potensi untuk membawa perubahan positif.









