Laporan keuangan perusahaan merupakan sumber informasi utama perusahaan. Melalui laporan keuangan, seluruh stakeholder (direksi, pemegang saham, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan lain) dapat mendapatkan gambaran umum mengenai keberjalanan bisnis suatu perusahaan. Dalam pembuatan laporan keuangan, terdapat standar yang harus dipenuhi agar laporan tersebut dapat dianggap layak. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan dapat dimanfaatkan oleh para stakeholders untuk banyak hal, antara lain: mengukur kinerja perusahaan, sebagai bahan evaluasi perusahaan, dan sebagai acuan perusahaan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, informasi yang dimuat dalam laporan keuangan haruslah sesuai dengan fakta yang sebenarnya dan dapat dipertanggung jawabkan.
Melihat betapa pentingnya keberadaan laporan keuangan tersebut, dibutuhkan suatu sistem yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan penggunaan setiap informasi yang terdapat dalam laporan keuangan. Salah satunya adalah Extensible Business Reporting Language (XBRL). XBRL adalah kerangka kerja kolaboratif yang dikembangkan untuk menciptakan laporan keuangan, laporan pajak dan laporan bisnis lainnya yang terstandarisasi dan disesuaikan dengan representasi digital secara rinci dan ringkas. XBRL pertama kali diperkenalkan pada tahun 2003 dan telah banyak digunakan oleh berbagai lembaga keuangan di seluruh dunia. Dengan menggunakan XBRL, pengguna dimungkinkan untuk mendefinisikan informasi keuangan dan menghasilkan laporan keuangan dalam berbagai format. Hal ini memudahkan pengguna dalam proses pengolahan dan analisis data dengan perangkat lunak lainnya.
Selain itu, XBRL juga dapat membantu perusahaan dalam merealisaikan Good Corporate Governance (GCG). Hal ini dikarenakan XBRL mendukung ketiga prinsip GCG, yaitu keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Melalui penggunaan XBRL, para pemegang kepentingan dapat memastikan bahwa data yang didapat adalah data yang akurat dan valid. XBRL juga memungkinkan para pemegang kepentingan memiliki data dan informasi yang telah diolah dan dianalisis dalam waktu singkat sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Dengan demikian, kehadiran XBRL juga membantu meningkatkan efisiensi biaya dan kinerja perusahaan. Hal lain yang dimudahkan melalui kehadiran XBRL adalah pengguna dapat memisahkan dan memformat data, serta melihat masalah dengan cara yang baru sehingga pengguna memiliki ruang yang lebih luas dan fleksibel dalam mengolah data yang ada.
Manfaat lain yang didapatkan melalui penggunaan XBRL adalah meningkatkan kemudahan akses informasi finansial, terutama bagi investor internasional. Investor luar negeri dimungkinkan melakukan analisis mereka secara mandiri serta melakukan perbandingan dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Kemudahan ini selanjutnya berpotensi menarik kehadiran para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia, yang selanjutnya juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di Indonesia sendiri, XBRL telah digunakan pada beberapa lembaga, yaitu Bursa Efek Indonesia serta beberapa instansi pemerintahan lainnya, Para instansi tersebut berharap, penggunaan XBRL dapat membantu dalam meningkatkan transparansi dan kepatuhan pelaksanaan keuangan maupun perpajakan perpajakan oleh wajib pajak sehingga laporan yang disampaikan bersifat akuntabel.









