Kondisi ekonomi atau pasar teruslah berubah tidak menentu setiap harinya. Sehingga investor perlu memikirkan dengan matang terkait apa yang harus mereka lakukan terhadap investasinya. Hal itu tentulah tidak mudah karena salah sedikit bisa merugikan investor. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan, ada baiknya bagi para investor untuk merumuskan alokasi aset strategis yang nantinya dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan.
Alokasi Aset
Alokasi aset seperti namanya merupakan pengalokasian aset berdasarkan tujuan dan batasan investasi investor. Dalam prosesnya, salah satu pertimbangan berat investor adalah terkait resiko yang harus ambil. Setiap jenis aset atau asset class tentunya memiliki profil hasil dan resiko yang berbeda. Setiap aset juga memiliki keunikannya sendiri. Sebagai contoh, ketika terjadi suatu kenaikan nilai aset, bisa jadi aset lainnya mengalami penurunan nilai ataupun kenaikan nilai.
Prosesnya terdiri dari pembagian portofolio investasi ke dalam asset class seperti saham, obligasi dan kas. Proses penentuan komposisi aset merupakan proses yang unik bagi setiap investor dan pas atau tidaknya pengalokasian akan tergantung pada horizon waktu investasi dan toleransi investor terhadap risiko.
Proses Alokasi Aset Berdasarkan Asset Class
1. Saham
Jenis aset yang satu ini, biasanya memberikan hasil yang paling tinggi bagi investor tapi juga memiliki resiko yang besar diantara ketiga aset. Saham akan memberikan potensi besar untuk meningkatkan nilai dari portfolio milik investor. Nilai kerugian dari saham bisa sangat besar karena resikonya. Secara volatilitas, saham dalam jangka pendek memiliki resiko. Tapi jika investor mau menerima volatilitas dalam jangka panjang akan memberikan hasil yang positif dan tinggi.
2. Obligasi
Obligasi memiliki pergerakan yang tidak begitu fluktuatif dibandingkan saham. Namun, dengan begitu hasil yang diberikan tentu lebih rendah. Investor yang sudah mau mencapai tujuan investasinya mungkin akan memperbanyak obligasi dalam portofolio investasinya. Hal itu dikarenakan rendahnya resiko membuat obligasi lebih atraktif bagi investor walaupun hasilnya rendah. Walaupun begitu, ada juga obligasi yang memberikan hasil yang tinggi seperti saham.
3. Kas
Jenis aset yang satu ini memiliki resiko yang paling rendah hingga paling aman dibandingkan saham dan obligasi. Namun, perlu diingat juga kalau hasil yang diberikan jugalah terendah. Resiko investor untuk kehilangan dana dalam asset class kas sangatlah rendah bahkan ada beberapa jenis kas yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Walau begitu, ada satu hal yang dijadikan pertimbangan oleh investor, yaitu resiko terjadinya inflasi.
Alokasi aset sangatlah penting bagi investor agar tujuan investasi tercapai tepati waktu dan juga menjaga likuiditas. Alokasi aset merupakan komponen terpenting dalam investasi dan menjadi penentu hasil. Investor disarankan untuk berinvestasi lebih dari satu asset class untuk meminimalisir kerugian dan membuat portofolio lebih stabil karena jika ada satu aset yang mengalami kerugian, ada kemungkinan bagi aset lainnya untuk menutupi kerugian tersebut.







