Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi nasional dan memperkuat kesejahteraan masyarakat, pemerintah merumuskan 8 prioritas utama yang akan menjadi pilar pembangunan ekonomi nasional jangka menengah tahun 2026. Strategi ekonomi dan fiskal jangka menengah ini tercantum dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2026, dan diarahkan untuk menjaga stabilitas, mempercepat transformasi struktural, serta mewujudkan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan. Berikut adalah 8 prioritas utama dalam strategi pembangunan ekonomi nasional:
1. Ketahanan Pangan sebagai Pilar Kesejahteraan Petani dan Nelayan
Ketahanan pangan merupakan prioritas nasional dalam kerangka strategi pembangunan ekonomi jangka menengah Indonesia. Dalam menghadapi tantangan global seperti krisis pangan akibat perubahan iklim, ketegangan geopolitik, serta gangguan rantai pasok, Indonesia berkomitmen memperkuat ketahanan pangan dengan mendorong produktivitas dalam negeri, menstabilkan harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.
2. Transisi Energi dan Ketahanan Energi Nasional
Strategi kedua menitikberatkan pada ketahanan energi, termasuk peningkatan produksi (lifting) minyak dan gas bumi, pengembangan energi baru terbarukan, serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Pemerintah juga melanjutkan kebijakan mandatori biodiesel B40 dan mempersiapkan transisi menuju B50, sebagai upaya menciptakan ekonomi energi yang berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi.
3. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Generasi Sehat dan Produktif
Pemerintah terus mengembangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperkuat gizi anak sejak dini, yang sekaligus mendorong keterlibatan UMKM dan penguatan ekonomi lokal. Program ini dirancang untuk membangun generasi produktif dan memperkecil kesenjangan kesehatan antardaerah.
4. Pendidikan Berkualitas untuk Masa Depan Indonesia
Dalam sektor pendidikan, pemerintah menargetkan penyediaan layanan pendidikan yang bermutu dan inklusif. Fokusnya mencakup:
- Penguatan sekolah unggulan dan sekolah rakyat
- Peningkatan partisipasi PAUD dan pendidikan tinggi
- Perbaikan sarana pendidikan
- Peningkatan kualitas guru dan pendidikan vokasional
Untuk mendukung program ini, anggaran pendidikan 2026 dialokasikan antara Rp727 triliun hingga Rp761 triliun.
5. Pelayanan Kesehatan untuk Produktivitas dan Kesejahteraan
Pelayanan kesehatan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Fokus kebijakan meliputi:
- Penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
- Pemeriksaan kesehatan gratis
- Penurunan angka stunting dan penyakit menular
- Penambahan bantuan gizi untuk balita dan ibu hamil
- Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan
Anggaran untuk sektor ini ditetapkan dalam kisaran Rp181 triliun hingga Rp228 triliun pada 2026.
6. Pemberdayaan Desa, Koperasi, dan UMKM
Pemerintah mendorong transformasi ekonomi daerah melalui pembangunan desa mandiri, serta penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput.
7. Pertahanan Semesta sebagai Fondasi Kemandirian Nasional
Strategi ketujuh diarahkan untuk memperkuat pertahanan nasional secara menyeluruh sebagai landasan dari kemandirian ekonomi, sosial, dan politik. Peningkatan kapasitas pertahanan dipandang penting guna menjamin stabilitas nasional dan menjaga kedaulatan negara di tengah dinamika geopolitik global.
8. Akselerasi Investasi dan Penguatan Perdagangan Global
Pemerintah mengedepankan strategi untuk meningkatkan daya saing investasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global (global value chain). Melalui pembentukan lembaga khusus seperti Danantara, sinergi antar BUMN dan lembaga nasional diperkuat untuk menarik investasi berkualitas dan meningkatkan nilai ekspor.
Kesimpulan
Dengan implementasi delapan strategi prioritas tersebut, pemerintah optimistis bahwa fondasi ekonomi Indonesia akan semakin kokoh. Kebijakan fiskal yang terarah dan inklusif diyakini dapat mendorong pertumbuhan berkualitas dan menciptakan kesejahteraan yang merata di seluruh lapisan masyarakat.









